Kamis, 01 Januari 2009

Sensor Film:Sudah Layakkah?


Film. Sebuah hiburan yang cocok untuk siapa pun. Baik anak-anak maupun lansia. Hampir setiap hari kita menonton film. Baik layar kaca maupun layar lebar. Sebuah survei menyatakan bahwa remaja amerika dalam seminggu bisa menonton tiga-empat film. Artinya, begitu berpengaruh film terhadap kehidupan remaja saat ini.
Di indonesia, film juga begitu berpengaruh. Meski industri film di indonesia sempat mati suri pada tahun 90-an, sekarang sudah enggak lagi. Saat ini film-film di indonesia didominasi film bergenre komedi-seks. Hampir setiap bulan ada film indonesia yang rilis dengan genre seperti itu. Mungkin hanya beberapa film yang berbeda, contohnya laskar pelangi, yang menjadi box office beberapa waktu lalu, walaupun kisahnya diangkat dari sebuah novel bestseller.
Mungkin dominasi film genre komedi-seks ini kurang menyehatkan masyarakat. Karena meskipun ada lembaga sensor film, tetap saja penonton di dalam bioskop bercampur aduk. Padahal di luar negeri, sebuah film ditentukan apakah bisa ditonton oleh semua umur atau hanya kalangan dewasa.
MPAA adalah sebuah lembaga yang menangani sensor film di Holywood sana. Merekalah yang menetukan sebuah film memperoleh rating PG, PG-13, R, NC-17 dll. Dan masalah sensor ini datangani dengan serius. Jika sebuah film mendapat rating R, maka dipastikan di dalam gedung bioskop tidak ada anak kecil yang menonton. Tapi di indonesia? Tidak ada yang seperti itu. Mau PG-13 kek, mau R kek tetap saja ada anak-anak yang ikut menonton, bahkan bersama orangtuanya. Sungguh hal yang menyedihkan.
Sebenarnya hal ini bisa dimaklumi. Apa lagi kalau di bioskop-bioskop tua. Mereka yang memang penghasilannya kurang, tak mau menguranginya lagi dengan membatasi penonton. Dan untuk orangtua, sebaiknya dipikir-pikir lagi tentang mengajak anak anda menonton sebuah film. Kalu bisa baca dulu resensi filmnya untuk mengetahui apakah film bisa ditonton bareng-bareng dengan anak anda.
Lembaga sensor di negara kita juga sering dianggap plin-plan. Masih ingat film ML ? Film tersebut sempat beredar sebelum ditarik kembali sesudah diprotes banyak kalangan. Mungkin jika tidak ada yang memprotes film tersebut akan terus diputar bahkan dirilis dalam format home video untuk ditonton bersama keluarga. hahaha…...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar